Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD

Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD

Ilmu Pengetahuan Sosial atau biasa disingkat dengan IPS adalah salah satu mata pelajaran (mapel) yang masuk kedalam Kurikulum 2013 sehingga diajarkan di sekolah indonesia mulai dari tingkat SD, kemudian SMP, dan hingga SMA.

Pelajaran IPS membahas seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang relevan dengan isu sosial.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bisa diartikan sebagai serangkaian aktivitas di sekolah yang mempelajari tentang persoalan-persoalan isu sosial yang sedang berkembang atau sedang terjadi di masyarakat yang memuat keadaan geografis, perkembangan sejarah, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Secara harfiah IPS adalah ilmu sosial yang terbagi menjadi tiga sub bidang ilmu yaitu Giografi, Sejarah dan Kependudukan. Masing masing bagian tersebut dapat lagi dibedakan berdasarkan bidang kajian masing-masing. Semakin tinggi kompleksitas kedalaman ilmu maka semakin sempit ruang lingkup yang dikaji. Sedangkan untuk sekolah dasar pokok pokok materi mengambil kepada 3 bidang tersebut yang terkadang diberikan secara terintegrasi.

Pengenalan bidang geografi di SD lebih banyak menyajikan fenomena alam baik di Indonesia maupun di luar negeri yang akan membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Sehingga, siswa yang kreatif akan secara aktif mencari literatur-literatur tambahan selain buku yang direkomendasikan oleh sekolah. Bidang sejarah dikenalkan kepada anak SD lebih banyak menguraikan cerita-cerita kepahlawanan dengan batas pemahaman baik dan buruk.

Dengan pengembangan aspek sesungguhnya di antara baik dan buruk tersebut terdapat daerah abu-abu yang memerlukan kesabaran guru untuk menjelaskannya berdasarkan fakta dan landasan psikologis suatu peristiwa. Dalam hal ini akan memancing peluang diskusi yang lebih banyak, sehingga peran serta siswa dalam kegiatan ini akan lebih besar.

Kegiatan pembelajaran bidang ini sangat relevan jika disajikan dengan metode demonstrasi bermain peran. Dimana siswa akan terlibat langsung dengan aspek kejiwaan ketika memerankan tokoh-tokoh sejarah.

Bidang kependudukan lebih banyak mengulas tentang tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan fungsi sosialnya dalam berhubungan dengan orang-orang sekitarnya, baik dalam ruang lingkup yang sempit sampai hubungan antar negara.

Kompleksitas hubungan tersebut maka akan berdampak kepada dua hal yaitu positif dan negatif. Bentuk nyatanya adalah hubungan tersebut akan membawa manfaat di satu sisi dan berpotensi konflik di sisi lain. Harapannya adalah anak SD dapat lebih memahami keberadaannya dalam hubungannya dengan lingkungan alam dan sosial. Baik dalam sekala sempit maupun luas.

Sehingga, anak-anak kita mempunyai keterampilan dasar dalam upaya membangun hubungan sosial baik dalam sekala regional maupun antar negara. Keterampilan tersebut berintikan kepada keterampilan aplikatif dan selektif. Keterampilan aplikatif mempunyai pengertian melalui hubungan sosial siswa dapat memetik keterampilan yang bermanfaat bagi kesejahteraan diri dan komunitasnya.

Sedangkan keterampilan selektif adalah siswa mampu menyaring hal-hal yang didapat dari hubungan sosial tersebut agar tidak merugikan diri dan komunitasnya.

Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar

Semua mata pelajaran yang masuk dalam daftar wajib diajarkan dalam kurikulum 2013 tentunya mempunyai tujuan yang harus dicapai secara tersendiri, Tak terkecuali IPS.

Berikut tujuan pembelajaran IPS di Sekolah dasar:
  1. Membekali peserta didik pengetahuan sosial yang dapat berguna dalam kehidupannya kelak di masyarakat.
  2. Membekali peserta didik kemampuan mengidentifikasi, menganalisis dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
  3. Membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat dan berbagai keilmuan serta bidang keahlian.
  4. Membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif dan keterampilan terhadap cara pemanfaatan lingkungan hidup yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
  5. Membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangan kehidupan, masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi

Ruang Lingkup Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar

Secara mendasar, pembelajaran IPS berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku dan kebutuhannya. IPS berkenaan dengan cara manusia memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan untuk memenuhi materi, budaya, dan kejiwaannya; memamfaatkan sumber-daya yang ada dipermukaan bumi; mengatur kesejahteraan dan pemerintahannya maupun kebutuhan lainnya dalam rangka mempertahankan kehidupan masyarakat manusia.

Singkatnya, IPS mempelajari, menelaah, dan mengkaji sistem kehidupan manusia di permukaan bumi ini dalam konteks sosialnya atau manusia sebagai anggota masyarakat.

Dengan pertimbangn bahwa manusia dalam konteks sosial demikian luas, pengajaran IPS pada jenjang pendidikan harus dibatasi sesuai dengan kemampuan peserta didik tiap jenjang, sehingga ruang lingkup pengajaran IPS pada jenjang pendidikan dasar berbeda dengan jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Pada jenjang pendidikan dasar, ruang lingkup pengajaran IPS dibatasi sampai pada gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah.Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar peserta didik MI/SD.

Lihat Juga Mata Pelajaran SD Lainnya:

Post a Comment for "Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD"