>
>
Perguruan
>
>
F A Q
>
>
>

Home // Data Juri

DATA DEWAN JURI PUISI ONLINE V


Rahim Qahhar

Kelahiran Medan 29 Juni 1943, namanya termasuk dalam Buku Pintar Sastra Indonesia yang disusun Pamusuk Eneste (2001), dan terbitan Horison “Dari Fanshuri ke Handayani” (2001), “Horison Sastra Indonesia” (2002). Cerpennya pertama kali dimuat di surat kabar Indonesia Raya pimpinan Mochtar Lubis (1966), kemudian di majalah SASTRA HB Jassin (1968), antologi cerpennya Abraham Ya Abraham (1984) dan sejumlah antologi bersama terbit di Indonesia dan Malaysia, yang terpenting “Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir” (Singapura, DBP-1991). Oktober 2004 cerpennya “Angin Arbain” terpilih sebagai Cerpen Terbaik di samping 14 cerpen Pemenang Lomba Penulisan Cerpen Horison. Novelnya, “Langit Kirmizi” (1987) dan “Melati Merah” (1988) terbit di Malaysia
Buku Puisi : PUISI, temu sastrawan Sumut (1977), BLONG, Medan Puisi (1979), MABUKKU PADA BALI, Medan Puisi (1983), RANTAU, Yaswira Medan (1984), SELAGI OMBAK MENGEJAR PANTAI 4, Kemudi Selangor Malaysia (1988), SAJAK BUAT SADDAM HUSSEIN, Medan Puisi (1991), PERISA, jurnal puisi Melayu DBP Malaysia (1995, 1996, 1998, 2000), ANTOLOGI PUISI INDONESIA, Angkasa Bandung (1997), JEJAK, Dewan Kesenian Sumut (1998), THE HORIZON OF HOPE, Sastra Leo Medan (2000).
Selain cerpen, puisi, novel, juga menulis naskah lakon dan skenario televisi. Naskah pentas “Yang” dipentaskan di TIM Jakarta (1982), “GMT” (1986) terbit di Malaysia, “Terali” (2003) dipentaskan di Kuala Lumpur dalam Festival Teater Malaysia 2003, dan sejumlah naskah lainnya dipentaskan di Medan..
Terakhir, menulis biografi sejumlah tokoh di Sumatera Utara, antara lain pengusaha Yopie Batubara dan Syamsul Arifin bupati Langkat.


Damiri Mahmud

 

Putra Melayu ini lahir di Hamparan Perak, Medan, 1945, menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja di Medan, dan beberapa tahun di Jakarta. Mulai menulis pada 1972 di koran terbitan Medan, menyusul di majalah Basis (Yogyakarta), Horison (Jakarta), Dewan Sastera (Malaysia) serta di berbagai surat kabar terbitan Jakarta.
Bunga rampai puisi-puisinya bertabur dalam: Kuala, Rantau, Puisi 77, Ilham, Titian laut I,II,III (DBP Malaysia), Tonggak-3 Antologi Puisi Indonesia Modern, Bosnis Kita, Perisa-Jurnal Puisi Melayu (Malaysia). Puisi solo “Damai di Bumi” diterbitkan oleh Kanwil Depparsenibud Sumut dan Hotel Garuda Plaza (2000).
Selain menulis puisi, ia juga menulis cerpen dan sejumlah esai yang telah diterbitkan. Buku “Amir Hamzah Penyair Sepanjang Zaman” (Penafsiran Lain tentang Nyanyi Sunyi) terbitan DKSU 1994 merupakan karya monumental karena dianggap kontroversial dan menebas mitos terdahulu, sempat menarik sejumlah pakar sastra di dalam maupun luar negeri.
Penceramah yang aktif dalam membahas karya-karya sastra ini pernah pula diundang dalam acara Temu Kritikus di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dan diberi kepercayaan memilih sejumlah tokoh sastra dan budaya di Tanah Air sebagai kontributor untuk Eksiklopedia Sejarah dan Kebudayaan Melayu yang diterbitkan di Malaysia.
Beberapa kali pernah memenangkan lomba menulis esai, baik tingkat lokal maupun nasional, karenanya, menurut HB Jassin, Damiri diperhitungkan sebagai kritikus sastra yang ikut menentukan arah kehidupan kesusasteraan Indonesia. Salah satu diskusinya dengan HB Jassin tentang penulisan Al Quran yang menghebohkan itu, dibukukan dalam “Kontroversi Al-Quran Berwajah Puisi”


Ys. Rat

 

Kelahiran Medan, 8 Agustus 1962. Aktif berkesenian terutama di bidang sastra sejak awal 1980, melalui puisi-puisinya yang kerap dimuat di sejumlah surat kabar Medan. Setelah bergabung di teater Kartupat sejak 1982 hingga 1989, pada tahun 1991 mendirikan Teater Merdeka dan telah berulangkali mementaskan sandiwara karyanya di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU).
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, menengah dan atas pada Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Agama dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN), tahun 1987 meraih gelar sarjana hukum bidang keperdataan pada Fakultas Hukum Universitas Amir Hamzah Medan.
Hingga kini, selain melalui surat kabar terbitan Medan, karya-karyanya terutama puisi pernah dimuat di surat kabar Aceh dan Jakarta, serta pada sejumlah antologi. Di samping itu, sesekali juga menulis cerpen, naskah sandiwara dan skenario sinetron.
Tahun 1986 ikut mewakili Sumut pada Pekan Teater Nasional dan tahun 1989 pada Pergelaran Sastra Nasional, di TIM Jakarta. Tahun 2000 diutus TBSU membacakan puisinya pada Temu Budaya Nasional, di Taman Budaya Makassar, Sulawesi Selatan, dan 18 Desember 2004 menggelar pembacaan puisi “Catatan dari Perkutut Urakan”, di Gedung Utama TBSU, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.
Suami dari Irma Idayuli Nasution dan ayah dari Muhammad Yui Cahyo serta si kembar Muhammad Eko Setio dan Muhammad Dwi Setio ini, juga kerap diberi kepercayaan menjadi juri pada perlombaan baca puisi. Saat ini sehari-hari bekerja di bidang jurnalistik.


 

Copyright © 2004 ISEKOLAH.ORG - All rights reserved
Any suggest about this site please contact us or send your email to webmaster@isekolah.org

Powered by yoshiestudio.com

 

Berita Terbaru
Events
Beasiswa
Belajar Online
Kuis Online
Rubrik Narkoba
Rubrik Olahraga
Rubrik Informasi technologi

Lomba Puisi Online II
> Arsip Peserta
> Pemenang Lomba
> Juri

Lomba Puisi Kemerdekaan
> Pemenang
> Arsip Peserta
> Juri

Lomba Karya Tulis
> Arsip Peserta
> Pemenang Lomba

Lomba Pantun Online
> Pemenang
> Arsip Peserta
> Juri

Lomba Puisi Online IV
> Pemenang
> Arsip Peserta
> Juri

Lomba Puisi Online V
> Pemenang
> Arsip Peserta
> Juri

Lomba Cerpen Online
> Arsip Peserta
> Juri